Thursday, September 21, 2006

Mentari Jingga


Aku duduk sendiri di sini
Coba ungkapkan rasa lewat ketukan tuts dan musik
Ditemani mentari senja dan langit jingga
Ku nikmati setiap tetes kerinduan yang menghampiri
Kerinduan akan kepastian yang mengambang
Seperti buih pada ombak, seperti awan di langit
Mereka iri pada kapal yang bersandar di pelabuhan
Pada tiang baja yang tertancap jauh ke dalam
Akankah mereka menemukan tempatnya yang pasti?

Tapi aku ingin tetap bisa menikmatinya
Seperti aku menikmati kopi hitam yang mendampingi dengan setia
Dibayangi deru mobil dan raungan mesin baja
Debu jalanan hinggap di wajah dan pakaianku
Mengingatkanku akan kerikil yang menempel di roda hidupku
Dan setiap lubang yang menganga di jalanku
Takut? Pasti!
Ragu? Jelas!

Saat mentari turun dan menghilangkan jingganya
Ruang dunia disinari cahaya lampu dan bulan
Kata bulan,”Kini aku yang berkuasa.”
Tapi ketidakpastian itu tetap mengintip di balik cahyanya
Karena esok mentari jingga akan kembali



Wednesday, September 20, 2006

Roda Labirin


Begitu sesak rasa yang menghimpun
Bertumpuk dalam pikiran, menghimpit dinding perasaan
Apakah tetes darah bisa membuatnya menghilang perlahan?
Perlukah kuijinkan seekor nyamuk untuk menghisap setiap tetes darahku?
Agar ku bisa kembali tidur nyenyak dan menghayati mimpi
Atau bahkan nyamuk pun takut untuk menghisapnya?
Takut tak mampu terbang karena memikul kesesakan darah itu?
Sesak tanpa ada jalan keluar, bagai berjalan-jalan dalam labirin

Apakah kata hatiku yang harus kukejar?
Ataukah bisikan setiap pembuluh darah dalam otakku?
Mengapa tak kubiarkan saja, semuanya mengalir
Dan juga biarkan instingku mengikutinya
Supaya aku bisa menghargai setiap keputusan yang kutulis
Dalam tiap lembaran perjalanan hidupku yang tercatat
Karena bukan roda yang berputar dan menentukan hidup kita
Tapi semuanya adalah perjalanan hidup yang harus kita lewati
Kita pun bisa kembali menikmati detak jantung yang menjadikan kita hidup


Life has a funny way of sneaking up on you
Life has a funny, funny way of helping you out
Helping you out
(Ironic - Alanis Morisette, Jagged Little Pill 1995)


Wednesday, September 13, 2006

Kesejatian Semu


Aku, kamu dan mereka
Kita dipisahkan oleh hati dan pikiran
Yang berkelana dalam setiap diri
Bergejolak membawa badan mengikutinya
Apakah aku, ataukah kamu, mungkinkah mereka
Kemudian menjadi pendikte pada langkah berikut
Ketika perbedaan sudah tak mampu dijembatani
Oleh hati yang tulus penuh keinginan
Perbedaan yang dibuat oleh manusia
Dijembatani oleh Sang Pencipta
Kembali dirusakkan oleh makhluk ciptaannya
Serta merta membuat jarak dan menimbulkan angkara

Ke mana kaki ini harus menapak
Bagaimana petunjuk harus diartikan
Aku, kamu atau mereka
Yang harus menunjukkan jalannya?
Apakah menuju kepada sebuah kesejatian,
Atau hanya berputar pada kesemuan
Aku, kamu dan mereka
Mungkinkah kita bergandengan tangan dalam keutuhan?


Wednesday, September 06, 2006

Sepenggal Kisah


Ceritakan padaku
Kisahmu yang baru
Yang membuatmu haru
Terperangkap hati biru

Bisikkanlah kawan
Gundahmu yang tak terlawan
Seperti putihnya awan
Yang menutup tiap keinginan

Tiap hati punya kisah
Layaknya napas dan desah
Iringi setiap jejak langkah
Dari jiwa yang membuncah

Oh kisah kita
Biarkan kita rangkai bersama
Sampai ke setiap untai kata
Abadi dalam tiap belah masa


Diinspirasikan oleh sepenggal kisah di toilet perempuan

Monday, September 04, 2006

Kertas dan Kanvas


Setetes tinta terjatuh
Menjadikan kertas ini tak lagi putih dan polos
Sebuah titik tergambar
Biarkan saja...
Dia akan segera menjadi lingkaran
Seperti kanvas ini
Lingkaran yang mengawali perjalanan kuas
Lukisan yang mengakhiri perjalannya bersama warna

Ku ingin mengawali semuanya
Dengan garis dan lingkar yang harmonis
Hingga kudapatkan akhir yang sempurna
Dari tiap sapuan kuas imajiku